Hal-hal yang dijauhi dan dianjurkan selama saat berpuasa

Perbuatan yang harus dijauhi saat berpuasa

Berdusta

Rasulullah SAW bersabda:

 “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka tidak ada bagi Allah Ta’ala nilainya dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Lalai dan berkata kotor

Rasulullah SAW bersabda:

 “Puasa bukan hanya (menahan) makan dan minum saja, akan tetapi puasa juga (menahan) dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor.” (HR. Hakim)

Rasulullah SAW juga bersabda:

 “Betapa banyak orang yang puasa tidak mendapatkan apa apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Catatan: Orang yang melakukan perbuatan seperti ini,status puasanya secara hukum tidak batal. Akan tetapi pahalnya gugur, bahkan berdosa karenanya. Namun, jika dia bertaubat saat itu juga dan mohon ampun kepada Allah, maka dia dapat meneruskan puasanya tanpa keharusan mengqadhanya.

Perbuatan yang dianjurkan

 Tilawatul Quran

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Seorang muslim hendaknya semakin dekat dengan Al Quran di bulan ini dengan membaca dan mempelajarinya. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata,

“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan, ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk mengulang bacaan Al-Quran.” (HR. Bukhari)

 Qiyamullail dan Taraweh (akan diuraikan dalam bab berikutnya)

 Banyak Bersadaqah

Berdasarkan isyarat hadits di atas, Ramadan adalah sarana kita untuk meningkatkan sadaqah dibanding waktu lainnya. Karena rahmat dan ampunan Allah sedang dilimpahkan di bulan mulia ini.

 Banyak Bedoa

Ramadan adalah waktu mustajabah untuk berdoa. Isyarat tersebut dapat ditangkap dalam pembahasan tentang Ramadan dan puasa dalam Al-Quran surat Al- Baqarah ayat 183 dan seterusnya. Di tengah-tenah pembahasan, Allah menyelipkan ayat tentang anjuran berdoa, yaitu pada surat Al-Baqarah, ayat 186.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku, bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

 Umrah

Rasulullah SAW berkata kepada seorang wanita Anshar,

“Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah. Karena umrah di dalamnya sebanding dengan haji.” (Muttafaq alaih)

 Menghadirkan sifat-sifat utama

Ibadah di bulan ini menyediakan sifat-sifat mulia yang harus kita serap dalam kehidupan sehari-hari. Seperti zuhud terhadap dunia, cinta fakir miskin, gemar beribadah, sabar, syukur,  tawakal, dll.

 Disunahkan sahur dan mengakhirkannya.

Rasulullah SAW memerintahkan sahur untuk membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab. Beliau SAW bersabda:

 “Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Terdapat riwayat dari Zaid, dia berkata:

“Kami sahur bersama Nabi J, lalu beliau bangkit untuk melaksanakan shalat”. Dia (Zaid) ditanya, ”Berapa lama jarak antara azan dan sahur?” Dia menjawab, “sekedar (membaca) lima puluh ayat.” (Muttafaq alaih)

Disunahkan memakan korma saat melakukan sahur.

 Sunah mempercepat Ifthar (berbuka puasa).

Ifthar hendaknya dilakukan saat matahari terbenam. Mempercepat ifthar merupakan sunah Rasulullah SAW, karena beliau bersabda:

 “Umatku selalu berada dalam sunnahku selama dia tidak menunggu bintang-bintang (waktu malam) untuk berbuka.”

(HR. Ibnu Hibban)

 Memberi makan berbuka kepada orang yang puasa.

Hendaknya setiap orang berupaya untuk member makan bagi orang yang berbuka, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar dan kebaikan yang banyak.

Rasulullah SAW bersabda :

 “Siapa yang memberi makan orang yang puasa maka baginya (pahala puasa) orang itu, tanpa mengurangi pahala orang yang puasa tersebut.” (HR. Ahmad dan Tirmizi)

Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthab (korma muda) sebelum shalat.

Jika tidak ada, maka dengan beberapa tamr (korma masak). Jika tidak ada, dia cukup meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad)

Jika berbuka beliau SAW membaca:

“Telah hilang dahaga dan urat-urat telah basah dan pahala telah tetap Insya Allah.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Ketika ifthar, disunahkan berdoa.

Karena bagi orang yang puasa -pada saat itu- doanya mustajabah (terkabul). Rasulullah SAW bersabda :

 “Ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak: Orang yang puasa saat dia ifthar (berbuka), Imam (pemimpin) yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

 I’tikaf, khususnya pada sepuluh hari terakhir.

Sumber : Panduan Ramadhan, Ustadz Abdullah Khaidir

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4