Ringkasan Kajian Akhir Tahun Muslim Kansai

Secara umum hubungan dengan non-muslim dapat dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip berikut:

1. Prinsip Keadilan
Kisah Khalifah Ali bin ‘Abi Thalib yang kalah di pengadilan untuk mendapatkan hak sebagai pemilik baju besi perang yang sebenarnya milik beliau dengan salah seorang Yahudi. Tetapi, hakim memenangkan  orang Yahudi tersebut yang pada akhirnya masuk islam dikarenakan kekagumannya kepada hokum Islam.
2. Hubungan dengan Non-Muslim merupakan hubungan Dakwah
Pada dasarnya hubungan dengan non-muslim merupakan hubungan dakwah bisa melalui obrolan ataupun ceramah, perilaku dan hal-hal yang personal. Di Jepang kita melihat orang – orangnya melakukan prinsip-prinsip kehidupan yang sebenarnya sesuai dengan Islam misalkan tentang perilaku bersih, teratur dan rapih. Namun, tidak didasari dengan misi kehidupan yang jelas sehingga hidup juga tidak tentram bisa dibuktikan dengan tingginya angka bunuh diri di Jepang.
3. Tidak memberikan loyalitas kepada non-muslim
4. Tidak boleh menyerupai non-muslim
Baik dengan aksesoris yang merupakan simbol-simbol keyakinan maupun pakaian untuk beribadah. Seperti kalung salib, pakaian untuk beribadah non-muslim.
5.Kita tetap harus menghormati non-muslim
Rasulullah berdiri untuk menghormati jenazah orang Yahudi yang sedang lewat. Bagaimana hukumnya apabila tinggal di tempat yang mayoritas non-muslim. Hal ini tergantung pada kondisi, apabila kita tidak bisa untuk melakukan ibadah di tempat tersebut maka hukumnya wajib untuk pindah (hijrah). Tapi, apabila kita bisa melakukan ibadah dengan bebas maka hukumnya menjadi sunah bahkan wajib karena ada unsur dakwahnya.

Sesi Tanya-Jawab:

Tanya:

Kita tidak boleh turut dalam hal peribadatan. Bagaimana hukumnya masuk ke tempat ibadah non-muslim dan menggunakan pakaian khusus tertentu?

Jawab:

Bila masuk ke tempat ibadah dengan niat untuk melihat di dalamnya tidak dipermasalahkan asalkan tidak melakuan tindakan ritual-ritual ibadah seperti membunyakan lonceng dll. Kisah Umar Bin Khathab ketika ditawarkan oleh orang nasrani untuk sholat di dalam gereja maka tawaran tersebut ditolak Umar Bin Khathab dikarenakan kelak di kemudain hari akan diikuti orang lain. Bila terpaksanya kita melakukan ibadah di dalam tempat ibadah mereka sebaiknya dihindari simbol-simbol seperti gambar atau patung atau dengan menutup simbol-simbol tersebut sementara.

Bila memang niatnya untuk berwisata sebenarnya tidal ada larangan namu sebaiknya dihindari hal-hal yg terkait ritual ibadah.

Tanya:

Bagaimana mensikapi acara-acara keagamaan spt Chrsitmas dll di sekolah & ikut perayaannya? Orang Jepang sebenarnya tidak beragama Kristen tetapi mereka hanya melakukan party/ceremony nya saja.

Jawab:

Sebagai bentuk kahati-hatian kita sebaiknya dihindari karena jika berulang terus maka dikawatirkan menjadi kebiasaan. Simbol-simbol keagamaan walaupun tidak ada hubungan dengan agama tersbut tetapi apabila menjadi keterikatan/ketagihan maka sebaiknya dihindari.

Tanya:

Bagaimana dengan tindakan membungkuk sebagai ucapan terima kasih dan penghormatan seperti yang dilakukan orang Jepang?

Jawab:

Kalau hanya mengangguk atau menundukan kepala asih boleh, tapi dilarang bila sudah membungkukkan badan (posisi rukuk dalam sholat)

Tanya:

Bagaimana hukumnya memberi ucapan selamat kepada perayaan keagamaan non-muslim sebagai basa-basi atau untuk menghormati?

Jawab:

Menjawab salam orang non-muslim apabila mereka mengucapkan Assalamu’alaikum maka dijawab wa’alaikum. Mengucapkan selamat perayaan agama lain sebaiknya dihindari.

Tanya:

Bagaimana bila diundang pada pesta perayaan akhir tahun (Bounenkai Party)?

Jawab:

Bila kita diundang memang keawajiban kita utk hadir akan tetapi apabila di dalama acara tersebut mengandung perbuatan yang dilarang dan kita tidak bisa mendakwahinya maka sebaiknya dihindari.

Tanya:

Bagaiamana hukumnya bila kita diperintahkan untuk mempersiapkan makanan yang termasuk di dalamanya ada daging yang harama untuk pesta perayaan akhir tahu di perusahaan?

Jawab:

Sebaiknya kita mencari pekerjaan yang bisa menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat. Tapi, apabila tidak ada pilihan lain/terpaksa tidak apa-apa dengan tetap mencari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan syariat.

Tanya:

Bagaimana hukum merayakan ulang tahun?

Jawab:

Tidak ada keterangan sejak jaman Rasulullah & Sahabat tentang masalah ulang tahun ini.

Tanya:

Kapan waktu sholat dhuha yang tepat pada musim dingin?

Jawab:

Apabila matahari sudah bulat benar, itu sudah mulai waktu dhuha. Patokan waktunya matahari.

Tanya:

Bagaimana mensikapi anak yang sekolah di sekolah non-muslim (di jepang) saat ada tugas di sekolah untuk menulis/melukis tentang Christmas sedangkan si anak sudah tahu bahwa itu tidak boleh akan tetapi tidak punya pilihan lain?

Jawab:

Sebaiknya dikomunikasikan dengan pihak sekolah untuk menghindari kondisi dilematis pada si anak itu sendiri.

Tanya:

[share] Sekolah di sekolah Jepang harus mengkomunikasikan di awal tentang kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang muslim seperti sholat, puasa menggunakan jilbab bagi yang putri dll. Juga apa yang harus ditinggalkan seperti perayaan – perayaan agama dll

Jawab:

Sebaiknya  memang punya sekolah sendiri sehingga bisa memndidik anak-anak seuai syariat.

 

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4