Partus

Oleh dr. Susilawati, Osaka, Jepang.

Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil pembuahan (konsepsi) yang dapat hidup, dari dalam rahim (uterus) melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar. Usia kehamilan yang dianggap normal (matur / aterm) untuk melahirkan adalah berkisar 38-42 minggu. Jika partus terjadi di usia kehamilan <38 minggu disebut preterm (prematur), sebaliknya jika partus terjadi saat usia kehamilan>42 minggu dinamakan posterm (postmatur).

Partus normal/biasa jika bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala, tanpa memakai alat pertolongan istimewah (forceps, vacum) serta tidak melukai ibu dan janin (kecuali episiotomi), berlangsung kurang dari 24 jam.

Partus abnormal jika bayi lahir melalui vagina dengan bantuan tindakan/alat istimewa (vaccum, forceps, dekapitasi, embryotomi, dll) atau melalui abdomen (operasi sectio cesarea).

Sebab Persalinan (Partus)

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya proses persalinan, yakni:

  1. Penurunan fungsi placenta diakhir usia kehamilan menyebabkan kadar estrogen dan progesteron menurun mendadak sehingga nutrisi untuk janin dan placenta berkurang.
  2. Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus frankenhauser menjadi stimulasi bagi kontraksi otot polos rahim.
  3. Peningkatan beban/stress pada calon ibu dan janin menyebabkan peningkatan kativasi kortison,prostaglandin dan oksitosin menjadi pencetus rangsangan2 untuk melahirkan.

Proses persalinan mengandung tiga komponen utama: Power (kontraksi teratur otot polos rahim atau yang disebut HIS, Passage (jalan lahir) dan Passenger (janin). Agar proses persalinan berjalan lancar, ketiga komponen tersebut harus dalam kondisi baik, power harus teratur dan efektif sehingga bisa membuka jalan lahir serta bayi tidak terlalu besar. Dengan begitu, partisipasi aktif ibu dalam proses melahirkan tak kalah penting. Dorongan kuat dari ibu akan membantu bayi keluar melalui jalan lahir dengan baik. Proses mendorong bayi keluar biasanya sangat singkat, 10 menit. Tapi adakalanya perlu waktu antara setengah sampai satu jam. Bahkan jika terjadi komplikasi, bisa mencapai 3 jam.

Mengejan sekuat mungkin, tapi tetap seirama dengan instruksi dokter. Makin efisien dorongan dari ibu, makin memudahkan bayi keluar. Dorongan yang panik dan tak teratur hanya akan menghamburkan tenaga dan hanya sedikit kemajuan yang dicapai. Tarik beberapa kali nafas dalam, sementara kontraksi terjadi. Tarik nafas sekali lagi dan tahan, saat kontraksi mencapai puncaknya (nyeri hebat dan ada refleks untuk mengejan) mengejanlah sekuat mungkin. Saat mengejan, lemaskan seluruh tubuh karena ketegangan akan melawan usaha mengejan.

Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik, karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya mengejan ibu.

Tanda-tanda Persalinan

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan tanda persalinan akan dimulai :

  1. Timbulnya His (kontraksi) persalinan dengan sifat : nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan, teratur, makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya, kalau dibawa berjalan makin sakit serta mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaan cerviks (leher rahim).
  2. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir (show), dengan pendataran dan pembukaan cerviks, lendir dalam kanalis servikalis keluar disertai dengan sedikit darah.
  3. Keluarnya cairan banyak dengan sekonyong-konyong dari jalan lahir, terjadi jika ketuban pecah atau selaput janin robek. Ketuban akan pecah saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap.

Persalinan Palsu

Sebaliknya ada juga beberapa tanda persalinan palsu:

  1. Kontraksi berlangsung sementara, terjadi dengan jarak waktu tak teratur dan lama. Juga tidak bertambah kuat dan cepat.
  2. Nyeri pada perut bagian bawah
  3. Banyak berjalan, kontraksi malah menghilang
  4. Kontraksi terhenti dengan memberi rasa nyaman, misal usapan
  5. Rasa sakit menghilang jika mengubah posisi tubuh.

Tahap / Kala Persalinan

Proses melahirkan terdiri dari 4 tahap/kala, yaitu:

  1. KALA 1 : Kala pembukaan, meliputi pematangan serviks dan pembukaan sampai lengkap (pembukaan sepuluh).
  2. KALA 2 : Kala pengeluaran, pengeluaran bayi lengkap
  3. KALA 3 : Kala Uri, pengeluaran placenta
  4. KALA 4 : dua jam setelah persalinan, untuk observasi ada tidaknya perdarahan pascah melahirkan.

Persalinan Kala I

Persalinan kala 1 adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap. Pada permulaan kontraksi (his) pembukaan berlangsung tidak begitu kuat sehingga calon ibu masih dapat berjalan-jalan. Pada wanita yg baru pertama hamil kala ini berlangsung sekitar 12 jam, sedang wanita yg sudah pernah melahirkan berlangsung 8 jam.

Tanda persalinan kala 1 : rasa sakit karena adanya his yg datang lebih kuat, sering dan teratur, keluar lendir bercampur darah serta terkadang ketuban pecah dengan sendirinya. Jika ketuban telah pecah makan calon ibu tidak boleh berjalan-jalan lagi. His dianggap adekuat jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih.

Pada saat his (kontraksi rahim) kita akan mengalami rasa sakit yang luar biasa (he..he..jangan jadi takut ya),ini merupakan proses alami, disinilah letak kebahagiaan dan kebanggaan kita menjadi seorang wanita, berjuang dengan ikhlas demi terlahirnya sibuah hati, bayangkan selama kita hamil sampai melahirkan malaikat selalu mendoakan kita, duh bahagianya.

Eh jadi ngelantur.

Lanjut ya, Nyeri persalinan disebabkan karena membukanya mulut rahim,kontraksi rahim dan peregangan rahim, peregangan jalan lahir bagian bawah serta kontraksi mulut rahim . Rasa sakit persalinan sebenarnya dapat dikurangi atau sebaliknya semakin menjadi-jadi dipengaruhi faktor internal dalam diri ibu. Agar mampu mengontrol dirinya saat bersalin, sebaiknya ibu mengetahui faktor2 internal yang bisa mempengaruhi nyeri persalinan.

Nyeri persalinan dapat berkurang karena :

  1. Ditemani dan mendapat dukungan dari orang yg kita cintai (ibu atau suami) dan atau petugas medis yang berpengalaman.
  2. Cukup istirahat (coba untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan pada bulan kesembilan), istirahat dan relaks diantara waktu kontraksi.
  3. Tetap makan makanan kecil saat persalinan dini (jika diperbolehkan dokter). Kalau saya makan buah sedikit-sedikit di antara rasa nyeri saat masih di rumah, selain untuk mengalihkan rasa nyeri juga sebagai supply energi buat mengejan saat melahirkan.
  4. Mengalihkan pikiran pada hal lain dan tidak hanya memusatkan perhatian (kecuali saat mengejan), lebih baik berfikir tentang kontraksi dari segi sudah seberapa jauh yang sudah berhasil kita lampaui dari pada seberapa nyerinya, dan mengingat bahwa bagaimanapun tidak enaknya, kontraksi tidak akan berlangsung lama.
  5. Menggunakan tehnik relaksasi diantara waktu kontraksi, memusatkan perhatian pada pernafasan atau usaha mengejan selama kontraksi.
  6. Jauh sebelumnya belajar tentang kelahiran dan tidak mengkhawatirkan tentang apa yang akan terjadi.
  7. Berfikir tentang betapa beruntungnya kita dan hadiah dari persalinan yang akan segera muncul, si buah hati.

Sebaliknya, nyeri akan meningkat secara psikologis apabila:

  1. Sendirian, tidak ada yg memberikan semangat dan menemani kita.
  2. Keletihan.
  3. Haus dan lapar saat persalinan dini.
  4. Berfikir tentang nyeri atau mengharapkan nyeri.
  5. Stress dan kecemasan ditambah ketegangan selama kontraksi.
  6. Takut akan hal-hal yang tidak diketahui.
  7. Mengasihani diri sendiri.

Kala II Persalinan

Adalah fase pengeluaran bayi, dimulai pada saat pembukaan mulut rahim sudah lengkap berakhir saat bayi keluar lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering dan lebih lama, selaput ketuban juga mungkin baru pecah spontan pada awal kala dua. Ada beberapa hal penting pada persalinan kala 2 :

  1. Bagian terbawah janin (normalnya kepala) turun sampai dasar panggul.
  2. Timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin kuat.
  3. Perineum meregang, anus membuka (hemoroid fisiologis).
  4. Kepala dilahirkan lebih dahulu, kemudian badan dan anggota badan.
  5. Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi) juga mempermudah merapikan robekan2.

Lama Kala 2 pada wanita yg baru pertama kali melahirkan 1,5 jam dan wanita yang sudah pernah melahirkan 0,5 jam. Pada kala 2 ini, kita baru boleh mengejan karena pembukaan sudah lengkap hingga dianggap sudah bisa dilalui kepala bayi. Refleks mengejan seperti kita kebelet mau BAB, cara mengejannya juga harus benar, memusatkan tenaga pada bagian bawah seperti kita mengejan saat mau BAB, jangan mengejan di atas (terpusat pada leher). Tarik napas dalam2 sambil relaks saat kontraksi hilang, kemudian jika kontraksi datang lagi kita mengejan sepenuhnya, sekuatnya, semangat dan pantang menyerah karena nyawa si bayi ditangan kita. Umumnya saat melahirkan sekitar 3-4 kali kita mengejan, kepala bayi akan terlahir. Ikuti perintah dokter kapan kita harus mengejan dan kapan kita mesti relaks, intinya kita mengejan saat perut terasa sakit dan ada refleks mau mengejan. Jika memang perlu guntingan jalan lahir akan dilakukan, selain mempermudah merapikan robekan karena luka guntingan lebih rapi dibanding robek dengan sendirinya, jangan takut, guntingan tak sesakit kontraksi. Setelah kepala bayi keluar kita akan merasa legaaaa sekali, hilang sudah rasa sakit dalam sekejap karena tangisan bayi kita, untuk melahirkan badan dan yang lainnya kita tidak perlu mengejan lagi.

Setelah bayi lahir dengan utuh, bayi akan diletakkan di atas badan kita, suami boleh sambil mengadzani, dokter akan mengurus tali pusatnya. Ah, bahagia bukan? So jangan takut melahirkan, enjoy saja. :)

Kala III: Pengeluaran Plasenta

Dimulai saat bayi telah lahir dengan lengkap berakhir dengan lahirnya plasenta/tembuni. Kelahiran plasenta adalah lepasnya plasenta dari tempat melekatnya pada dinding rahim dan keluar dari kavum uterus. Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir, biasanya rahim akan berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta ini, namun tak sesakit kontraksi melahirkan bayi.

Kala IV: Setelah Persalinan

Adalah kala observasi pasca persalinan. Merupakan tugas tenaga medis untuk melakukan observasi setelah melahirkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kala ini:

  1. Kontraksi rahim harus baik.
  2. Tidak ada perdarahan dari vagina atau alat genital lain.
  3. Plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap.
  4. Kandung kencing harus kosong.
  5. Luka2 di perineum harus dirawat.

2 comments to Partus

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4