Perubahan Fisiologis dan Anatomis Kehamilan

Oleh dr. Susilawati, Osaka, Japan

Sebelum ke tema, mungkin sedikit cerita tentang masa subur. Masa subur (ovulasi) adalah masa dimana dilepasnya sel telur matang (ovum) dari ovarium, jika pada saat ini sel telur bertemu dengan sperma, maka bisa terjadi proses pembuahan, yang berarti proses kehamilan juga mulai berlangsung. Masa subur ini biasanya terjadi 14 hari setelah hari pertama haid (untuk siklus mensturasi 28 hari), kalau teori yg didapat sewaktu kuliah dulu 14 hari plus minus 2 hari, jadi masa subur terjadi diantara 5 hari tersebut. Nah, dianjurkan untuk melakukan hubungan suami istri saat masa subur tersebut jika ingin mendapatkan kehamilan, atau tidak berhubungan saat masa subur jika ingin ber-KB (KB kalender). Ini untuk yang siklus mens-nya teratur dan 28 hari, sedang secara fisik tanda terjadinya ovulasi diantaranya terdapat kenaikan suhu basal, keluar sekret (keputihan) dari vagina. Contoh, misal hari pertama haid tanggal 1 oktober, maka masa subur sekitar tanggal 12,13,14,15,16 oktober (14 plus minus 2).

Sebenarnya dinding rahim wanita terdiri dari beberapa lapisan, lapisan yang paling dalam adalah lapisan endometrium. Lapisan endometrium ini dipengaruhi oleh hormon progesteron (hormon wanita), saat terjadi ovulasi (pengeluaran sel telur oleh ovarium) lapisan endometrium ini menjadi tebal karena meningkatnya hormon progesteron, kemudian jika ada pembuahan akan semakin tebal sebagai persiapan untuk implantasi hasil pembuahan. Tapi jika tidak ada pembuahan, maka lapisan ini akan menipis bahkan akan keluar berupa perdarahan, nah inilah yang disebut menstrurasi, saat ini hormon progesteron turun kadarnya.

Terjadinya Kehamilan

Peristiwa prinsip terjadinya kehamilan :

  1. Pembuahan/fertilisasi : bertemunya sel telur/ovum wanita dengan sel benih/spermatozoa pria.
  2. Pembelahan sel (zigot): hasil pembuahan tersebut.
  3. Nidasi / implantasi zigot tersebut pada dinding rahim (pada keadaan normal : implantasi pada lapisan endometrium rahim, yang terkadang proses implantasi ini menimbulkan robekan lapisan endometrium, sehingga timbul bercak darah kecoklatan dr vagina)
  4. Pertumbuhan dan perkembangan zigot-embrio-janin menjadi bakal individu baru.

Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon : estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, human somatomammotropin, prolaktin dsb.

Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktuasi kadarnya selama kehamilan. Perubahan keseimbangan hormonal inilah yang menyebabkan wanita hamil mengalami perubahan organ sistem reproduksi dan organ2 lainnya.

Perubahah Pada Organ-organ Reproduksi

Uterus/Rahim

Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi hasil pembuahan dalam rahim (intrauterin). Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus.

Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan perut (tinggi fundus):

  • tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g)
  • kehamilan 8 minggu : telur bebek
  • kehamilan 12 minggu : telur angsa
  • kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis(tulang kemaluan)-pusat
  • kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
  • kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat
  • kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphid (tulang rongga dada paling bawah)
  • kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid
  • 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Serviks uteri (leher rahim) mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron, warna menjadi livide / kebiruan.

Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.

Vagina / vulva

Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah kebiruan (tanda Chadwick).

Ovarium (Kantong Telur)

Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi ovarium diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi.

Payudara

Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, dan kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol.

Perubahan Pada Organ-organ Tubuh Lainnya

Sistem respirasi/Pernapasan

Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma (otot pernapasan) juga terdorong ke atas menyebabkan napas cepat dan dangkal (20-24x/menit). Inilah yang menyebabkan wanita hamil merasa napasnya sesak.

Sistem gastrointestinal

Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi (susah BAB), lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga terjadi peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

Sistem sirkulasi / kardiovaskular

Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK calon ibu, meliputi :

  1. retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung
  2. anemia relatif
  3. tekanan darah arterial menurun
  4. curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan
  5. volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
  6. volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan.

Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antibodi fisiologik yang terjadi pada kehamilan. Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3. Trombosit meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang baik pada kehamilan dan persalinan. Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal 250-350 mg/dl). Laju endap darah meningkat. Protein total meningkat, namun rasio albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta. Faktor-faktor pembekuan meningkat.

Metabolisme

Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan.

Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :

  1. ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
  2. produksi glukosa dari hati menurun
  3. produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
  4. aktifitas ekskresi ginjal meningkat
  5. efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).

Traktus urinarius/saluran kemih

Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

Kulit

Peningkatan aktifitas melanophore stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, striae lividae pada perut, dsb.

Peningkatan Berat Badan Selama Hamil

Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.

Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.

Diagnostik Kehamilan

Berdasarkan perubahan-perubahan anatomik dan fisiologik, dapat dikumpulkan hal-hal yang mungkin bermakna pada pemeriksaan fisis maupun penunjang, untuk menuju pada diagnosis kehamilan.

Gejala dan tanda yang dapat mengarahkan diagnosis adanya suatu kehamilan :

  1. amenorea/tidak mendapat mens (sebenarnya bermakna jika 3 bulan atau lebih).
  2. pembesaran uterus (tampak disertai pembesaran perut, atau pada kehamilan muda diperiksa dengan palpasi/perabaan)
  3. adanya kontraksi uterus (perut tegang) pada palpasi/perabaan (Braxton-Hicks)
  4. teraba/terasa gerakan janin pada palpasi atau tampak pada imaging.
  5. terdengar jantung janin (dengan alat Laennec/ Doppler) atau visual tampak jantung berdenyut pada imaging (fetal ultrasound echoscopy).
  6. teraba bagian tubuh janin pada palpasi (Leopold) atau tampak pada imaging (ultrasonografi)
  7. kurva suhu badan meningkat
  8. tes urine B-hCG (Pack’s test / GalliMainini) positif. Hati-hati karena positif palsu dapat juga terjadi misal karena urine kotor, alat kadaluwarsa atau cara pemeriksaan yang salah. Titer B-hCG meningkat pada kehamilan sekitar 90 hari, kemudian menurun seperti awal kehamilan, bahkan dapat sampai tidak terdeteksi.
  9. perasaan mual dan muntah berulang, morning sickness.
  10. perubahan payudara, membesar dan menjadi tegang
  11. poliuria/sering pipis

Bagi yang sudah menikah, lalu yang biasa dapet haid secara teratur, tiba2 telat satu hari saja dari biasanya, sudah patut kita curiga hamil, karena berarti jika memang kita hamil, maka usia kehamilan sudah 2 minggu (dihitung dr terjadinya ovulasi/masa subur). Ada baiknya dilakukan test urine (pack test), biar bisa siap2 kalau memang hamil, mengingat usia kehamilan dibawah 16 minggu masih rentan untuk terjadi abortus, karena implantasi belum terlalu kuat. Jika hasil test meragukan, dalam artian garisnya samar2, kemungkinan positif, ini karena saat awal kehamilan kadar hCG belum terlalu tinggi, jadi sebaiknya test di ulang satu minggu kemudian. Pemeriksaan USG juga saat awal kehamilan tak begitu bermakna, hanya terdapat pembesaran rahim (kantong kehamilan) yang bisa didiagnosis banding dengan kelainan yg lain, makanya sering dokter meminta kita untuk datang kembali satu minggu kemudian untuk menegakkan diagnosis pasti kehamilan.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4