MANASIK HAJI KMII KANSAI 2014

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

 Labbaik, Allahumma Labbaik Labbaik. laa syariika laka labbaik innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka .

Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu. Sungguh segala puji dan nikmat adalah milikMu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagiMu

 

Demikianlah talbiyah dilantunkan demi memenuhi undangan Agung dari Allah untuk datang ke rumah Allah mengerjakan ibadah haji bagi seluruh  umat Islam di  penjuru dunia, ada yang berjalan kaki  dan menunggang unta yang kurus  sebagaimana firman Allah swt.  dalam Al-Hajj ayat 27,

 وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” [Al-Hajj: 27]. Dan Allah telah memberikan karunianya kepada sebagian umat manusia memiliki kecenderungan hati untuk berupaya keras mengerjakan haji. Sebagaimana firman Allah :

 فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ

Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka” [Ibrahim: 37].

Ibadah haji adalah rukun islam yang bersifat wajib dikerjakan bagi yang mampu, sebagaimana firman Allah  dalam QS; Ali Imran :27 yang artinya ‘mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang – orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari maka sesungguhnya Allah maha kaya dari semesta alam .

Meskipun keinginan mengerjakan ibadah haji dimiliki oleh umat islam namun belum tentu semua mampu melaksanakannya.Oleh karena itu  kita wajib terus berupaya agar Allah memberikan kemudahan untuk bisa menjalankannya.

Sebagai sarana berupaya tersebut KMII Kansai menyelenggarakan acara manasik haji untuk umum dan untuk calon jamaah haji tahun 2014 bertempat di Nada dormitory, dengan pengisi acara Ust. Jailani Abdussalam yang telah berpengalaman melakukan pembimbingan haji dari Jepang. Calon jamaah haji dari kansai yang akan berangkat pada tahun ini berjumlah 15 orang yang tergabung di agen travel haji mian dan agen travel haji air one.

Adapun ringkasan manasik haji terkait ketentuan mengerjakan haji dan umrah dapat dilihat sebagai berikut :

1. Syarat haji dan umrah : a). Islam, b).baligh,  c).berakal sehat, d). merdeka (bukan hamba sahaya), dan  e). mampu (istitha’ah).

2. Rukun Haji   (madzab syafii ):

a)         Ihram : Niat untuk melaksanakan haji dengan memakai pakaian ihram

b)         Wukuf : Berdiam diri sambil berdo’a di Padang Arofah

c)         Thowaf Ifadhoh : Mengelilingi ka’bah 7 kali

d)         Sa’i : Berlari-lari kecil dari shofa ke marwa sebanyak 7 kali

e)         Tahalul : Bercukur atau menggunting rambut

f)          Tertib : Mengerjakan ibadah haji sesuai dengan urutannya.

3. Cara pelaksanaan haji :

a)      HAJI IFROD, yaitu : mengerjakan ibadah haji dulu , setelah selesai baru mengerjakan umrah

b)      HAJI TAMATTU’,  yaitu : mengerjakan ibadah umrah dulu, setelah sampai waktu haji baru mengerjakan ibadah haji

c)      HAJI QIRON, yaitu : mengerjakan haji dan umrah bersama-sama dalam satu waktu, (mengerjakan ihrom, thowaf, dan sa’I untuk ibadah haji dan sekaligus untuk umroh)

4. Rukun umrah ( madzab syafii)  :

a) Ihram, b) Thawaf, c) Sa’I, d) Memotong/menggunting rambut, e) Tertib.

5. Cara mengerjakan umrah :

a)    Ihrom dari miqod, kemudian sholat sunnah ihrom

b)    Menuju ke Mekkah dengan membaca talbiyah

c)    Ke Masjidil Haram untuk mengerjakan thowaf

d)    Tahalul dengan menggunting rambut

6. Wajib Haji dan Umrah : adalah  sesuatu hal yang apabila ditinggalkan sah haji atau umrahnya akan tetapi wajib membayar dam.

DAM (DENDA)
DAM yaitu denda yang wajib dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji dikarenakan meninggalkan salah satu wajib haji, atau karena melanggar larangan haji.

A. Dam karena meninggalkan salah satu wajib haji, yaitu :
1) Menyembelih seekor kambing
2) Atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari di Mekkah dan 7 hari di tanah airnya

B. DAM karena melaksanakan haji tamatu’ atau qiron, dendanya sama dengan dendanya meninggalkan salah satu wajib haji.

C. DAM karena melanggar (mengerjakan) salah satu larangan haji, dendanya dapat memilih salah satu sebagai berikut :
1. Menyembelih kambing untuk qurban
2. Berpuasa 3 hari di tanah suci dan 7 hari setelah di tanah air. Jika tidak mendapatkan kambing.
3. Bersedekah sebanyak tiga gantang (9,3 liter) makanan kepada enam orang fakir miskin.

6.a.Yang termasuk wajib haji ( madzab syafii) :

a)    Ihrom dari miqod, yaitu mengenakan pakaian ihrom dari batas yang telah di tentukan

b)    Bermalam di Muzdalifah (mabit) yaitu berdiam diri walau sesaat saja lewat tengah malam.

c)    Melempar jumrah Aqobah, pada hari raya haji tgl 10 Dzulhijjah

d)    Mabit ( bermalam) di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

e)    Melontar jumroh Ula, wustho dan aqobah pada hari tasyrik ( tanggal 11, 12, 13)

f)     Thowaf Wada’ ,thowaf yang akan dilaksanakan ketika akan pulang ke negerinya.

g)    Meningggalkan larangan-larangan haji.

6.b.Yang termasuk wajib umrah  : kalangan Syafi’iyah berpendapat bahwa wajib umrah ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menghindari semua larangan-Iarangan ihram.

7. Larangan  haji :

a)    Khusus bagi laki-laki, dilarang memakai pakaian berjahit, penutup kepala, tertutup mata kakinya.

b)    Khusus bagi perempuan, dilarang kelihatan auratnya (semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan)

Bagi laki-laki dan perempuan di larang :

  • Memakai harum-haruman
  • Mencukur dan mencabut bulu badan dan memotong kuku
  • Bersetubuh maupun pendahuluannya
  • Bertengkar dan berkata kotor
  • Meminang, menikah, menikahkan, menjadi wali atau saksi dalam pernikahan.

Catatan :

Macam-macam thowaf :
Thowaf Qudum           : Thowaf penghormatan terhadap ka’bah,ketika baru tiba di Mekkah.
Thowaf Ifadhoh           : Thowaf sebagai rukun haji.
Thowaf Sunnah          : Thowaf yang bisa dilakukan setiap saat, hukumnya sunnah.
Thowaf Nadzar           : Thowaf dilakukan apabila mempunyai nadzar, hukumnya wajib.
Thowaf Wada ’           : Thowaf selamat tinggal (pamitan) pada saat akan meninggalkan Mekkah (setelah menunaikan ibadah haji/umroh)

MABIT
• Bermalam di Muzdalifah walau sejenak lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah
• Bermalam di Mina, pad malam tasyrik ( 11 dan 12 ) bagi yang nafar awal. Dan 11, 12, 13 bagi yang nafar tsani

JUMROH
Melontar dengan batu kecil pada tiga tempat, yaitu : Jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah. Setiap lontaran batu harus jatuh pada lobang penampungan (masing –masing) sebanyak 7 batu kerikil.

MIQOT
Artinya “batas“. Miqot ada dua :

a)  Miqot Zamani, artinya batas waktu melaksanakan ibadah haji, yaitu 1 syawal s/d 9 Dzulhijjah. Hari-hari itulah yang dinamakan Asyharul Haj. Sedang miqot zamani untuk umroh sepanjang tahun.

b)  Miqod Makani , artinya : batas tempat untuk memulai haji dan umroh dengan memakai pakaian ihrom. Tempatnya antara lain :

  • Jamaah haji yang datangnya dari arah Indonesia miqotnya adalah Zalamlam atau Jeddah atau Airport King Abdul Aziz
  • Jamah haji yang datang dari arah Madinah. Miqotnya Bir Ali atau Zulhulaifah
  • Bagi jamah haji yang telah berada di Mekkah dan mengerjakan haji tamattu’ maka ia berihrom dari tempat ( pondokan ) masing-masing.
  • Miqot makani untuk umroh ialah Tan’im atau Jiro’ah.

Berikut foto-foto pelaksanaan kegiatan ini.

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4