#prayfornepal

Slide1

 

Dompet Amal untuk korban gempa di Nepal

Innalillahi wainaillaihi rojiun, bencana kembali terjadi di bumi Allah. Gempa bumi berkekuatan 7.8 skala Richter terjadi di antara ibukota Kathmandu dan kota Pokhara. Gempa ini menelan korban jiwa yang dilaporkan jatuh di India, Bangladesh, Tibet, serta kawasan pegunungan Mount Everest.  Sampai sekarang korban jiwa sudah mencapai 4.100 orang dan diperkirakan akan terus bertambah dan banyak korban luka-luka.

Semua bencana alam yang kita saksikan di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melainkan sesuai dengan kehendak dan ketentuan Allah Ta’ala. Peristiwa ini hendaklah menjadi teguran bagi kita dan bermuhasabah diri atas kesalahan-kesalahan kita pada Allah SWT.

Allah menjelasakannya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 155 – 157 :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (seusngguhnya kami milik Allah dan sesunnguhnya kami sedang menuju kemabali kepada-Nya) (156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Baqoroh / 2 : 155 -157)

Agama Islam tidak membiarkan umatnya begitu saja ketika ditimpa musibah. Allah Swt sudah memberikan tuntunan lewat Alquran, bagaimana seharusnya seorang hamba ketika ia mendapat musibah baik dirinya maupun orang lain. Hendaklah kita menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah guna meringankan penderitaannya. Nepal membutuhkan uluran bantuan dari kita semua. Kepedulian anda sangat dibutuhkan saat ini. Dan Allah Ta’ala akan senantiasa menolong seorang hamba selama dia masih menolong (memikirkan nasib) saudaranya yang membutuhkan pertolongan.

Mari kita berikan bantuan terbaik untuk saudara-saudara kita di Nepal. KMII Kansai dan PKPU bekerja sama membuka dompet amal untuk korban gempa di Nepal.

Bantuan bisa disalurkan melalui rekening :

14020 -  49251891

Japan Post a.n KMII Kansai (ケイエムアイアイカンサイ)

Donasi kami tunggu sampai tanggal 31 Mei 2015. Setelah transfer, harap konfirmasi ke Laura : 090-8529-6618

Semoga Allah meringankan beban saudara-saudara kita di Nepal, semoga Allah Ta’ala menerima setiap amal sholih kita semua dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan kebaikan di hari akhir kelak, aamiin.

 

 

 

 

Berangkat Haji dari Jepang

hajj-ramadan

Berangkat Haji dari Jepang

Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Pemeluk agama Islam diwajibkan melaksanakan rukun Islam karena rukun Islam merupakan tiang agama. Namun, tidak seperti rukun Islam yang lainnya, Haji menjadi wajib untuk dilaksanakan paling tidak sekali selama masa hidupnya apabila seseorang dikatakan telah mampu melaksanakannya dari segi finansial maupun segi kesehatan.

Setiap Negara memiliki cara tersendiri dalam menangani warganya yang ingin menunaikan ibadah haji. Di Indonesia, Keberangkatan haji merupakan urusan nasional yang ditangani oleh Departemen Agama. Indonesia adalah Negara muslim terbesar di dunia dengan pemeluk agama Islam sekitar 200 juta orang. Kuota jamaah haji yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia berjumlah sekitar 200 ribu orang setiap tahunnya. Namun, Jumlah masyarakat Indonesia yang ingin berhaji jauh lebih besar dibandingkan kuota yang disediakan. Sehingga, saat ini, masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji harus menunggu sekitar 5 sampai 10 tahun.

Berbeda dengan Indonesia, Islam di Jepang adalah agama minoritas. Sebagian besar orang Jepang menganut agama Shinto dari nenek moyang. Meskipun demikian, saat ini perkembangan Islam di Jepang sedang mengalami kemajuan yang kemungkinan disebarkan oleh orang muslim yang datang ke Jepang. Masyarakat Islam yang ada di Jepang, paling banyak berasal dari Indonesia, kemudian Pakistan, Mesir, Bangladesh dan Iran. Pusat Islam dan Asosiasi muslim Jepang di Tokyo menjadi pusat studi Islam dan bahasa arab bagi warga Jepang, yang banyak menarik perhatian warga muda Jepang. Dan kini pemerintah Jepang berusaha menarik wisatawan asing dengan mendukung program yang menyediakan fasilitas yang dibutuhkan umat Islam seperti tempat sholat dan menu makanan halal. Meskipun jumlah populasi muslim di Jepang sedikit, pemerintah Arab Saudi masih memberikan kuota jamaah haji. Namun, kuota tersebut jarang terpenuhi karena jumlah orang Jepang yang ingin berhaji juga sedikit. Hal ini disebabkan kultur masyarakat Jepang yang merupakan pekerja keras menyebabkan cuti 20 hingga 30 hari sangat sulit untuk diijinkan. Untuk memenuhi kuota tersebut, masyarakat asing muslim yang tinggal di Jepang diperbolehkan untuk mendaftar seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Iran dan sebagainya. Mereka terdiri dari pekerja, mahasiswa, istri atau suami dari orang Jepang, keturunan Jepang dan Indonesia ataupun pegawai-pegawai kedutaan dan lembaga Negara.

Bagaimana cara muslim di Jepang untuk mendaftar dan berangkat haji? Berbeda dengan Negara Indonesia, Jepang adalah Negara sekuler yang artinya masalah agama adalah urusan personal. Jadi penanganan haji di Jepang diserahkan pada individu atau pihak swasta. Ada beberapa cara untuk berhaji dari Jepang, antara lain :

  1. Berangkat haji dengan menangani segala sesuatunya sendiri mulai dari mengajukan visa ke kedutaaan Saudi, hingga mengurus akomodasi dan transportasi.
  2. Cara yang mudah adalah ikut serta dengan penyelenggara haji yang ada di Jepang. Di Jepang, hanya ada 2 agen perjalanan yang menyelenggarakan paket ibadah haji dan umrah:
  • Air 1 Travel (yang dimiliki oleh orang Mesir)
  • Mian Travel (yang dimiliki oleh orang Pakistan)

Kedua travel tersebut hanya menawarkan paket haji biasa. Tidak ada paket ONH plus seperti di Indonesia. Lamanya perjalanan haji yang ditawarkan adalah sekitar 20 hari atau bahkan bisa 14 hari saja. Meskipun waktu haji dari Jepang sama seperti Haji ONH plus dari Indonesia, bukan berartifasilitas yang diberikan akan sama. Hal ini untuk memberikan kemudahan bagi mereka yang bekerja di Jepang atau perusahaan Jepang untuk mendapatkan cuti dalam rangka berhaji. Adapun biaya yang ditawarkan untuk berhaji dari Jepang berkisar antara 600,000-700,000 yen atau sekitar 60-70 juta rupiah.

Secara umum, hal yang perlu dipersiapkan dalam berhaji dari Jepang menurut panduan yang diberikan oleh kedua Travel agen adalah sebagai berikut :

  1. Paspor yang masih berlaku paling sedikit dalam waktu 6 bulan (calon jamaah haji harus tinggal di Jepang, tidak berlaku visa turis atau visa kunjungan)
  2. Calon jamaah haji perempuan harus berangkat haji dengan muhrimnya (kecuali wanita yang berumur lebih dari 45 tahun)
  3. Permohonan visa asli
  4. Foto (4×5 cm, latar belakang putih, tidak berkacamata)
  5. Sertifikat sehat dari rumah sakit (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  6. Sertifikat asli vaksinasi meningitis (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  7. Sertifikat asli vaksinasi influenza
  8. Fotokopi sertifikat surat nikah untuk pasangan suami istri (dlm bhs inggris)
  9. Sertifikat sekolah/perusahaan (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  10. Residence card

Cerita dari jamaah haji 2014.

Jamaah muslimah M Travel pada tahun 2015 berjumlah 24 orang, separuhnya adalah WNI. Perjalanan haji dimulai dari Kansai Airport sampai di Qatar-Hamad International Airport (kurang lebih 11 jam), kemudian transit di hotel beberapa jam untuk berganti pakaian ihram. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju ke Jeddah selama 2 jam. Tiba di King Abdul Aziz Airport, jamaah dari sana harus menunggu proses administrasi dan transportasi selama 4 jam.

Setelah urusan di aiport selesai, rombongan menuju Mekkah. Jamaah sampai di Mekkah pada malam hari menjelang subuh. Sehingga jamaah pun langsung melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram lalu dilanjutkan dengan Umrah (Tawaf-Sai-Tahalul ). Sambil menunggu hari-hari puncak haji pada tanggal 9-12 Dzulhijjah. Pihak travel mengajak berziarah ke lokasi2 haji nantinya : Arafah, Mina, Jamaat, Gua Tsur dan Gua hira (tempat bersejarah) serta tempat pemakaman Ma’la (tempat makam Khadijah RA) dan beberapa masjid.

Proses haji dimulai sejak tanggal 8 Dzulhijjah/Tarwiyah, yaitu berdiam di tenda Mina yang dikelilingi gunung batu dan dilanjutkan dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selesai wukuf jamaah pergi Mabit (menginap) di Muzdalifah dan mencari batu untuk lempar jumrah. Pagi harinya menuju Jamarat Aqabah untuk melempar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah ini pun jamaah melaksanakan Udhiyah/qurban serta Tahalul sehingga bisa melepas pakaian ihram. Setelah melempar Jumrah pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, jamaah kembali ke Mekkah untuk melakukan Tawaf ifadhah, Sai dan Tawaf Wada sebelum berangkat ke Madinah pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Di Madinnah jamaah bisa beribadah di Masjid Nabawi serta berziarah ke makan Nabi Muhammad SAW dekat Raudhah serta makam para sahabat di Pemakaman Baqi. Juga berkunjung ke masjid bersejarah seperti Masjid Quba, Masjid Kiblatain dan Lokasi perang Uhud.

Cerita unik, pihak travel mentraktir makan Onta Minch yaitu masakan dari daging unta dengan bumbu khas arab.

- (By Ibu Dian Bulan Sari, Osaka/salah satu jamaah haji 2014).

artikel haji_photo

Kesan berhaji dari Jepang : tentu kita yakin bahwa ibadah haji adalah sebuah panggilan dari Allah SWT. Tetapi dengan berhaji dari Jepang atas ijin Allah SWT, proses pengurusannya mudah dan cepat, tahun ini daftar dan tahun ini pula berangkat haji. Dari mendaftar berangkat haji sekitar 2 sampai 4 minggu, visa Saudi Arab sudah bisa dikeluarkan dan seminggu sebelum keberangkatan, semua dokumen dan keperluan telah beres. Dari kedua travel agen memberikan jatah 70 calon jamaah haji masing-masing (tahun 2014). Yang menarik lagi dalam satu kloter haji adalah jamaah dari berbagai negara. Kemudian selama perbekalan dan perjalanan haji sebagian besar dilakukan secara mandiri. Kegiatan manasik haji diupayakan secara mandiri, tetapi KMII kansai dapat menfasilitasi manasik haji bagi calon jamaah area kansai (By jamaah haji 2014).

Dan sebagai seorang muslim yang baik tentunya akan berusaha dan bersemangat untuk menunaikan ibadah yang mulia ini setelah Allah memberikan pertolongan, kemudahan dan kemampuan baginya.

وَأَذِّنفِىٱلنَّاسِبِٱلْحَجِّيَأْتُوكَرِجَالًاوَعَلَىٰكُلِّضَامِرٍيَأْتِينَمِنكُلِّفَجٍّعَمِيقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,”

(QS: Al-Hajj Ayat: 27)

Mudah-mudahan dengan gambaran singkat berangkat haji dari Jepang ini dapat memberikan motivasi bagi muslim yang tinggal di Jepang dan yang memiliki kemampuan baik jasmani maupun rohani untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun 2015. Adapun mengenai pendaftaran ke agen perjalanan bisa melihat info brosur dari Air 1 Travel dan Mian Travel.

KMII kansai akan berupaya untuk menyelenggarakan manasik haji untuk umum dan calon jamaah haji tahun 2015 jika dibutuhkan.

Silahkan, jika ada pertanyaan yang terkait dengan berangkat haji dari Jepang, insyaallah bisa disampaikan ke agen perjalanan langsung atau melalui pengurus KMII Kansai.

CP :

  • Laura Navika Yamani (090 8529 6618/docomo)
  • Azka Azkiy Choliq (090 8230 7524/au)

Brosur informasi berhaji dari Jepang dapat di unduh dari tautan berikut ini : Brosur Haji KMII Kansai

Tabligh Akbar Golden Week 2015

Assalaamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuuh,

Sahabat-sahabat muslim/ah yang kami hormati,

Insya Allah liburan Golden Week akan segera menyapa kita semua, nikmat libur yang Allah berikan tidak berarti liburnya diri kita untuk menghambakan diri kepada sang Khalik. Oleh karena itu KMII Kansai bekerja sama dengan PKPU dan IPTIJ mengajak sahabat-sahabat semua untuk hadir pada acara tabligh akbar Golden Week 2015.

Alhamdulillah tabligh akbar tahun ini akan menghadirkan Ustad Syatori Abdur Rauf, pendiri Pondok Pesantren Daarut Sholihat Yogyakarta dan pengasuh Kajian Jelajah Hati.

Adapun detail acaranya sebagai berikut:

Hari/Tanggal      : Rabu, 6 Mei 2015

Pukul                     : 10.00-15.30 JST

Tempat                 :

Chuo Kumin Centre

1 Chome-2-27 Kyūtarōmachi, Chūō-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 541-0056

http://goo.gl/maps/4l3Di

Tema                    : Menghidupkan Hati dengan Alquran

Pendaftaran      : Form Pendaftaran <— Klik di sini

PS : Pendaftaran di buka sampai tanggal 4 Mei 2015 (tempat terbatas)

Acara ini terbuka untuk semua muslim/ah, baik untuk  pelajar, perawat dan trainee. Mohon bantuannya untuk menyebarkan informasi ini ke warga muslim/muslimah se-kansai.

***

Akses Lokasi : 450 m dari Sakai Suji Honmachi eki

Jika ada pertanyaan dapat menghubungi kontak berikut :

CP Panitia : Fajar (080-9479-6946/AU)

 

KMII-Kansai dan PKPU perkuat kerjasama

KMII Kansai dan PKPU Indonesia sepakat untuk memperkuat kerjasama di bidang pelayanan ummat, sosial dan ZIS. Kesepakatan kerjasama ini ditegaskan dalam rapat koordinasi via online pada hari Rabu (3/25) yang dihadiri oleh perwakilan Pengurus KMII Kansai dan Pak Rully selaku Direktur Program PKPU.

Dalam sambutannya, Aulia Averroes selaku Ketua KMII Kansai menegaskan bahwa kerjasama yang sudah terjalin selama ini antara PKPU-KMII Kansai dalam berbagai program sudah sangat baik. Harapannya, melalui rapat koordinasi tersebut, akan lebih banyak pintu-pintu kerjasama yang bisa terjalin.

Rully selaku Direktur Program PKPU menuturkan bahwa hingga saat ini PKPU telah menjalin kerjasama dengan KMII-Kansai dengan mendukung penyelenggaraan kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri. Ia juga memaparkan PKPU senantiasai berusaha meningkatkan kualitas pelayanan terhadap ummat melalui program-program rutin dan baru yang digagas oleh PKPU. Beberapa diantaranya meliputi program pengasuhan anak yatim, bantuan bencana, penyaluran ZIS untuk warga kurang mampu, pengurusan jenazah, Layanan Pendampingan Orang Sakit (LAPORS), penyediaan sumur dan pompa air bersih di wilayah sulit air serta bantuan kemanusiaan di luar negeri seperti Palestina dan Syiria. Rully berharap kerjasama PKPU dan KMII Kansai bisa semakin berkembang ke depannya.

Slide1

Di akhir pertemuan, Averroes berharap melalui kerja sama ini nantinya seluruh pihak bisa saling bersinergi dan berkontribusi dalam ranah masing-masing untuk meningkatkan pelayanan ummat dan dakwah Islam di bumi Kansai dan juga Indonesia.

 

Pemakaman Muslim Osaka Islamic Centre

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sahabat-sahabat KMII yang dirahmati Allah, menjawab kebutuhan ummat tentang fasilitas pemakaman untuk ummat muslim yang memadai, saudara-saudara kita dari Osaka Islamic Centre Alhamdulillah berhasil mengupayakan penyediaannya di Wakayama. Dari segi geografis, pemakaman baru ini mudah dijangkau dari Kansai, Shikoku dan sekitarnya namun tetap terbuka untuk semua muslim di Jepang.

Berikut kami terjemahkan dari brosur yang diterbitkan oleh Osaka Islamic Centre :

Allah berfirman dalam Alquran Surat Al-Anbiya : 35 :

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

Diperkirakan ada lebih dari 150.000 muslim di Jepang. Oleh karena itu, pemakaman muslim (Muslim Graveyard) adalah sebuah kebutuhan mutlak untuk muslim yang tinggal di Jepang. Sementara itu, hanya sedikit pemakaman umum di Jepang yang memperbolehkan untuk mengubur jenazah tanpa melalui proses kremasi.

Di Kansai, Chubu dan Chugoku sendiri diperkirakan ada sekitar 50.000 muslim. Satu-satunya pemakaman umum terdekat adalah Yamanashi Graveyard yang berjarak lebih dari 500 km dengan lahan yang terbatas.

Alhamdulillah Osaka Islamic Centre telah berhasil menemukan tempat yang ideal untuk pemakaman ummat muslim yg sesuai dengan syariah. Pemakaman ini tidak hanya untuk ummat muslim di Kansai tapi terbuka untuk semua muslim di Jepang.

Untuk info lebih lanjut tentang prosedur pemakaman, silahkan menghubungi Janaza Information Committee di Osaka Islamic Centre :

Naleem : 090-3653-4092                            Thasleem : 090-3651-3117

Naeem : 090-2100-2258                             Herizal : 080-48447883

Omar : 080-4844-7883

Pemakaman tidak dipungut biaya.  Luas 10.000 meter persegi. Tersedia fasilitas untuk praying dan parkir.

Untuk donasi dan sumbangan bisa di alamatkan ke Osaka Islamic Centre (untuk detail akun bank bisa dilihat di poster).

Alamat Osaka Islamic Centre Graveyard :

752-1, Hikotani, Hashimoto, Wakayama 648-0035

Brosur dari Osaka Islamic Centre dapat diakses di sini.

Rapat Program Kerja KMII 2015

“Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik” (Ali Bin Abi Thalib)

Sesuai dengan semangat tersebut, pengurus baru KMII Kansai 2015 telah menyelenggarakan rapat program kerja bertempat di Masjid Ibaraki Osaka pada tanggal 21 Maret 2015. Rapat pembahasan program kerja ini dihadiri oleh sebagian besar pengurus KMII dalam rangka menyusun strategi dan program-program yang akan dilaksanakan selama mengemban amanah satu tahun ke depan.

Rapat di awali dengan pembacaan ayat suci Alquran surat As-shaf ayat 1-14, sesuai dengan semangat pengurus baru KMII untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya seperti bangunan yang rapat dan barisan yang kokoh. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ust Yus Handoko selaku mantan Ketua KMII yang mengajak segenap pengurus baru untuk senantiasa menjaga keistiqomahan dan meluruskan niat dalam berdakwah. Aulia Averroes sebagai ketua KMII baru kemudian melanjutkan agenda rapat dengan penjelasan visi-misi organisasi yg akan diemban KMII selama satu tahun ke depan. Beliau menandaskan bahwa KMII sebagai sebuah lembaga dakwah hendaknya selalu menjadikan amanah ummat sebagai prioritas, baik warga Indonesia muslim yang ada di Kansai maupun warga Jepang yang ada di sekitar kita.

Pembahasan program kerja diawali dari bidang dakwah yang dipimpin oleh Wahyu Aristyaning P. Sosok tangguh yang juga sedang mengemban amanah sebagai anggota Seksi Kerohanian PPI Kobe ini bertekad untuk menjadikan bidang dakwah sebagai salah satu ujung tombak pelaksanaan program-program KMII. Presentasi kemudian dilanjutkan dari bidang Sosial yang dikomandoi oleh Laura N Yamani. Pengalamannnya sebagai anggota bidang sosial di tahun kepengurusan sebelumnya akan menjadi modal yang berharga bagi pelaksanaan program bidang sosial tahun ini yang mengusung pelayanan ummat sebagai tema utama. Rapat program kerja ini kemudian di akhiri dengan paparan dari sekretaris dan bidang informasi yang bertekad untuk melanjutkan program-program unggulan dari kepengurusan sebelumnya serta senantiasa mengoptimalkan peran web dan media sosial untuk menyemarakkan syiar KMII di dunia maya.

rapat kerja 210315

Segenap pengurus KMII berharap program-program kerja yang dicanangkan tahun ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk bersama-sama melayani ummat dan menegakkan syiar Islam di bumi Kansai. (FS/admin)

ZIS-Qurban KMII Kansai 2014

“Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada hari raya haji selain berqurban. Sesungguhnya orang yang berqurban akan datang pada hari kiamat dengan membawa tanduk, bulu, dan kuku binatang qurban itu. Dan sesungguhnya darah qurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari pada (darah itu) jatuh ke bumi. Maka sucikanlah dirimu dengan berqurban.”(HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

KMII Kansai, bekerja sama dengan Laznas PKPU, akan membantu menyalurkan qurban dari warga Indoneisa yang ada di Kansai. 
Wilayah penyelenggaraan pemotongan hewan qurban bisa dipilih di dalam negeri atau di luar negeri. 
Daftar wilayah sebaran hewan qurban terlampir dibawah.

Jenis qurban dan Harga (JPY)
1 ekor Kambing/Domba (+ 22 -24 Kg):  Y 17.500
1/7 bagian dari 1 ekor Sapi (+ 210 – 230 Kg): Y 17.500
1 ekor Sapi (+ 210 – 230 Kg)Y 122.500
1 ekor Sapi di Gaza, Palestina (+ 400 – 450 Kg) Y 367.850

Cara Menyalurkan:
1. Transfer ke rek. Bank Pos KMII-Kansai dan mengirim sms atau email konfirmasi mengenai jumlah dan jenis qurban kepada staf program Qurban di wilayahnya.
2. Menyerahkan langsung ke staf program Qurban di tiap wilayah.

Batas Waktu:
Transfer dana  diterima hingga 3 Oktober 2014.
Untuk qurban dengan pemilihan wilayah distribusinya, dana dan konfirmasinya ditunggu hingga 3 Oktober 2014.

Dana bisa di transfer ke rek.Bank Pos:
14020 -  49251891 atas nama KMII Kansai (dalam huruf katakana)

Staf program Qurban KMII-Kansai:
(Kobe)   Yoni Astuti: yoni_astuti at yahoo.co.id
(Kyoto)  Kemas Muslim: kemas_muslim at yahoo.com
(Osaka)  Aulia Avveroes: a_averroes at yahoo.com
(Nara)   Fajar Sofyantoro: sofyantoro.fajar at gmail.com

Demikian, terima kasih atas perhatiannya. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Dzulhijjah ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bidang ZIS-Qurban KMII Kansai,


::: Info Qurban 1435 H KMII Kansai & PKPU :::

Profil Wilayah yang dianjurkan oleh PKPU untuk penyaluran qurban adalah 
Aceh Besar, 50 kota, Kuningan, Balikpapan Timur, Lampung, Gunung Kidul, Kendari.

Proposal Qurban:
Presentasi proposal:
kalau tidak bisa dilihat bisa unduh versi PDF:



Catatan Penting:
• Harga sudah termasuk biaya distribusi hewan ke wilayah sasaran PKPU beserta laporannya.
• Penetapan wilayah distribusi dan pemberian nama pequrban untuk didokumentasikan dilayani hingga tgl. 3 Oktober 2014. 
Apabila melewati batas waktu tersebut maka wilayah distribusi akan ditetapkan oleh PKPU dan dokumentasi pequrban diganti dengan nomor.
• Demi optimalisasi manfaat bagi penerima qurban, dimungkinkan penggabungan 7 ekor kambing menjadi 1 ekor sapi oleh PKPU.

Rencana Wilayah distribusi qurban meliputi : 
a. Wilayah Barat : Aceh, Medan, Padang, Bukitinggi, Bengkulu, Lampung  dengan target 2.140 pequrban.
b. Wilayah Tengah : Jabodetabek, Banten, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, dengan target 6.785 pequrban.
c. Wilayah Timur  : Balikpapan, Makassar, Manado, Gorontalo, Kendari, Palu, Poso, NTT, NTB, Maluku, Papua dengan target  7.535 pequrban.
d. Luar Negeri : Palestina, Myanmar, Somalia, Kenya, Kamerun, dan Palestina.

MANASIK HAJI KMII KANSAI 2014

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

 Labbaik, Allahumma Labbaik Labbaik. laa syariika laka labbaik innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka .

Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu. Sungguh segala puji dan nikmat adalah milikMu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagiMu

 

Demikianlah talbiyah dilantunkan demi memenuhi undangan Agung dari Allah untuk datang ke rumah Allah mengerjakan ibadah haji bagi seluruh  umat Islam di  penjuru dunia, ada yang berjalan kaki  dan menunggang unta yang kurus  sebagaimana firman Allah swt.  dalam Al-Hajj ayat 27,

 وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” [Al-Hajj: 27]. Dan Allah telah memberikan karunianya kepada sebagian umat manusia memiliki kecenderungan hati untuk berupaya keras mengerjakan haji. Sebagaimana firman Allah :

 فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ

Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka” [Ibrahim: 37].

Ibadah haji adalah rukun islam yang bersifat wajib dikerjakan bagi yang mampu, sebagaimana firman Allah  dalam QS; Ali Imran :27 yang artinya ‘mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang – orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari maka sesungguhnya Allah maha kaya dari semesta alam .

Meskipun keinginan mengerjakan ibadah haji dimiliki oleh umat islam namun belum tentu semua mampu melaksanakannya.Oleh karena itu  kita wajib terus berupaya agar Allah memberikan kemudahan untuk bisa menjalankannya.

Sebagai sarana berupaya tersebut KMII Kansai menyelenggarakan acara manasik haji untuk umum dan untuk calon jamaah haji tahun 2014 bertempat di Nada dormitory, dengan pengisi acara Ust. Jailani Abdussalam yang telah berpengalaman melakukan pembimbingan haji dari Jepang. Calon jamaah haji dari kansai yang akan berangkat pada tahun ini berjumlah 15 orang yang tergabung di agen travel haji mian dan agen travel haji air one.

Adapun ringkasan manasik haji terkait ketentuan mengerjakan haji dan umrah dapat dilihat sebagai berikut :

1. Syarat haji dan umrah : a). Islam, b).baligh,  c).berakal sehat, d). merdeka (bukan hamba sahaya), dan  e). mampu (istitha’ah).

2. Rukun Haji   (madzab syafii ):

a)         Ihram : Niat untuk melaksanakan haji dengan memakai pakaian ihram

b)         Wukuf : Berdiam diri sambil berdo’a di Padang Arofah

c)         Thowaf Ifadhoh : Mengelilingi ka’bah 7 kali

d)         Sa’i : Berlari-lari kecil dari shofa ke marwa sebanyak 7 kali

e)         Tahalul : Bercukur atau menggunting rambut

f)          Tertib : Mengerjakan ibadah haji sesuai dengan urutannya.

3. Cara pelaksanaan haji :

a)      HAJI IFROD, yaitu : mengerjakan ibadah haji dulu , setelah selesai baru mengerjakan umrah

b)      HAJI TAMATTU’,  yaitu : mengerjakan ibadah umrah dulu, setelah sampai waktu haji baru mengerjakan ibadah haji

c)      HAJI QIRON, yaitu : mengerjakan haji dan umrah bersama-sama dalam satu waktu, (mengerjakan ihrom, thowaf, dan sa’I untuk ibadah haji dan sekaligus untuk umroh)

4. Rukun umrah ( madzab syafii)  :

a) Ihram, b) Thawaf, c) Sa’I, d) Memotong/menggunting rambut, e) Tertib.

5. Cara mengerjakan umrah :

a)    Ihrom dari miqod, kemudian sholat sunnah ihrom

b)    Menuju ke Mekkah dengan membaca talbiyah

c)    Ke Masjidil Haram untuk mengerjakan thowaf

d)    Tahalul dengan menggunting rambut

6. Wajib Haji dan Umrah : adalah  sesuatu hal yang apabila ditinggalkan sah haji atau umrahnya akan tetapi wajib membayar dam.

DAM (DENDA)
DAM yaitu denda yang wajib dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji dikarenakan meninggalkan salah satu wajib haji, atau karena melanggar larangan haji.

A. Dam karena meninggalkan salah satu wajib haji, yaitu :
1) Menyembelih seekor kambing
2) Atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari di Mekkah dan 7 hari di tanah airnya

B. DAM karena melaksanakan haji tamatu’ atau qiron, dendanya sama dengan dendanya meninggalkan salah satu wajib haji.

C. DAM karena melanggar (mengerjakan) salah satu larangan haji, dendanya dapat memilih salah satu sebagai berikut :
1. Menyembelih kambing untuk qurban
2. Berpuasa 3 hari di tanah suci dan 7 hari setelah di tanah air. Jika tidak mendapatkan kambing.
3. Bersedekah sebanyak tiga gantang (9,3 liter) makanan kepada enam orang fakir miskin.

6.a.Yang termasuk wajib haji ( madzab syafii) :

a)    Ihrom dari miqod, yaitu mengenakan pakaian ihrom dari batas yang telah di tentukan

b)    Bermalam di Muzdalifah (mabit) yaitu berdiam diri walau sesaat saja lewat tengah malam.

c)    Melempar jumrah Aqobah, pada hari raya haji tgl 10 Dzulhijjah

d)    Mabit ( bermalam) di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah

e)    Melontar jumroh Ula, wustho dan aqobah pada hari tasyrik ( tanggal 11, 12, 13)

f)     Thowaf Wada’ ,thowaf yang akan dilaksanakan ketika akan pulang ke negerinya.

g)    Meningggalkan larangan-larangan haji.

6.b.Yang termasuk wajib umrah  : kalangan Syafi’iyah berpendapat bahwa wajib umrah ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menghindari semua larangan-Iarangan ihram.

7. Larangan  haji :

a)    Khusus bagi laki-laki, dilarang memakai pakaian berjahit, penutup kepala, tertutup mata kakinya.

b)    Khusus bagi perempuan, dilarang kelihatan auratnya (semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan)

Bagi laki-laki dan perempuan di larang :

  • Memakai harum-haruman
  • Mencukur dan mencabut bulu badan dan memotong kuku
  • Bersetubuh maupun pendahuluannya
  • Bertengkar dan berkata kotor
  • Meminang, menikah, menikahkan, menjadi wali atau saksi dalam pernikahan.

Catatan :

Macam-macam thowaf :
Thowaf Qudum           : Thowaf penghormatan terhadap ka’bah,ketika baru tiba di Mekkah.
Thowaf Ifadhoh           : Thowaf sebagai rukun haji.
Thowaf Sunnah          : Thowaf yang bisa dilakukan setiap saat, hukumnya sunnah.
Thowaf Nadzar           : Thowaf dilakukan apabila mempunyai nadzar, hukumnya wajib.
Thowaf Wada ’           : Thowaf selamat tinggal (pamitan) pada saat akan meninggalkan Mekkah (setelah menunaikan ibadah haji/umroh)

MABIT
• Bermalam di Muzdalifah walau sejenak lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah
• Bermalam di Mina, pad malam tasyrik ( 11 dan 12 ) bagi yang nafar awal. Dan 11, 12, 13 bagi yang nafar tsani

JUMROH
Melontar dengan batu kecil pada tiga tempat, yaitu : Jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah. Setiap lontaran batu harus jatuh pada lobang penampungan (masing –masing) sebanyak 7 batu kerikil.

MIQOT
Artinya “batas“. Miqot ada dua :

a)  Miqot Zamani, artinya batas waktu melaksanakan ibadah haji, yaitu 1 syawal s/d 9 Dzulhijjah. Hari-hari itulah yang dinamakan Asyharul Haj. Sedang miqot zamani untuk umroh sepanjang tahun.

b)  Miqod Makani , artinya : batas tempat untuk memulai haji dan umroh dengan memakai pakaian ihrom. Tempatnya antara lain :

  • Jamaah haji yang datangnya dari arah Indonesia miqotnya adalah Zalamlam atau Jeddah atau Airport King Abdul Aziz
  • Jamah haji yang datang dari arah Madinah. Miqotnya Bir Ali atau Zulhulaifah
  • Bagi jamah haji yang telah berada di Mekkah dan mengerjakan haji tamattu’ maka ia berihrom dari tempat ( pondokan ) masing-masing.
  • Miqot makani untuk umroh ialah Tan’im atau Jiro’ah.

Berikut foto-foto pelaksanaan kegiatan ini.

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

LPJ Pengurus KMII-Kansai 2013-2014 & Taujih Fiqh Haji dan Manasik

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Kepada Warga Muslim Indonesia di Kansai, dengan ini kami sampaikan undangan dari para Pengurus KMII-Kansai 2013-2014 yang Insya allah akan mengadakan: 
Kegiatan Laporan Pertanggung Jawaban Kerja serta Pemilihan Ketua Baru dilanjutkan dengan Taujih mengenai Fiqih Haji serta Manasik bersama ust. Jailani ( Pengisi Kajian FORKITA di Masjid Assalam – Okamachi Tokyo ).

Pada kesempatan ini akan diadakan pula munashoroh dan do’a untuk saudara kita di Palestina.

Hari, Tanggal: Minggu, 7 September 2014
Tempat: Hyogo International House
Akses: Nada-Ku, Kobe-shi
Hanshin – Iwaya, dilanjut berjalan kaki 7 menit

Agenda Acara sbb:
10.00-12.00 LPJ Pengurus KMII-Kansai 2013-2014
12.00-13.00 Istirahat – Sholat Dzuhur
13.00-17.00 Taujih Fiqh Haji dan Manasik

Kami ucapkan terima kasih atas perhatian serta kehadirannya pada acara ini nantinya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Atas nama Pengurus KMII Kansai 2013-2014

fiqhhajimanasik_kmii2014a

I’TIKAF

Definisi

I’tikaf ) الاعتكمف ( dari segi bahasa berasal dari kata العكمف( (. Artinya; Menetap dan berada di sekitarnya pada masa yang lama. Seperti firman Allah dalam surat Al- Anbiya: 52 dan surat Asy-Syu’ara: 71. Sedangkan dari segi istilah, yang dimaksud i’tikaf adalah menetap di masjid dalam waktu tertentu dengan niat beribadah.

Landasan Hukum

Syariat I’tikaf dinyatakan dalam Alquran, hadits dan perbuatan Rasulullah J serta para sahabat.

Dalam surat Albaqarah ayat 125 Allah Ta’ala berfirman,

“…Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (QS. Albaqarah: 125)

Aisyah radhiallahu anha berkata,

“Sesungguhnya Nabi J melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian para isterinya melakukan I’tikaf sesudahnya.” (Muttafaq alaih)

Para ulama sepakat bahwa I’tikaf adalah perbuatan sunah baik bagi laki-laki maupun wanita. Kecuali jika seseorang bernazar untuk I’tikaf, maka dia wajib menunaikan nazarnya.

Lama i’tikaf dan Waktunya

Pendapat yang kuat bahwa lama I’tikaf minimal sehari atau semalam, berdasarkan riwayat dari Umar bin Khattab, bahwa beliau menyampaikan kepada Rasulullah J bahwa dirinya di masa jahi-liah pernah bernazar untuk I’tikaf di Masjidilharam selama satu malam, maka Rasulullah saw bersabda, ‘Tunaikan nazarmu.” (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa I’tikaf dapat dilakukan walau beberapa saat saja diam di masjid. Namun, selain bahwa hal ini tidak ada landasan dalilnya, juga tidak sesuai dengan makna I’tikaf yang menunjukkan berdiam di suatu tempat dalam waktu yang lama. Bahkan Imam Nawawi yang mazhabnya (Syafii) berpendapat bahwa I’tikaf boleh dilakukan walau sesaat tetap menganjurkan agar I’tikaf dilakukan tidak kurang dari sehari, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah SAW dan para shahabat bahwa mereka melakukan I’tikaf kurang dari sehari.

Sedangkan lama maksimal I’tikaf tidak ada batasnya dengan syarat seseorang tidk melalaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya atau melalaikan hak-hak orang lain yang menjadi kewajibannya. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW di tahun wafatnya pernah melakukan I’tikaf selama dua puluh hari (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Adapun waktu I’tikaf, berdasarkan jumhur ulama, sunah dilakukan kapan saja, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan I’tikaf di bulan Syawal (Muttafaq alaih).

Beliau juga diriwayatkan pernah I’tikaf di awal, di pertengahan dan akhir Ramadan (HR. Muslim). Namun waktu I’tikaf yang paling utama dan selalu Rasulullah SAW lakukan hingga akhir hayatnya adalah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Masjid Tempat I’tikaf

Masjid yang disyaratkan sebagai tempat i’tikaf adalah masjid yang biasa dipakai untuk shalat berjamaah lima waktu. Lebih utama lagi jika masjid tersebut juga digunakan untuk shalat Jum’at. Lebih utama lagi jika dilakukan di tiga masjid utama; Masjidilharam, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Terdapat atsar dari Ali bin Thalib dan Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa I’tikaf tidak sah kecuali di masjid yang dilaksanakan di dalamnya shalat berjamaah (Mushannaf Abdurrazzaq, no. 8009). Disamping, jika I’tikaf dilakukan di masjid yang tidak ada jamaah shalat fardhu, peserta i’tikaf akan dihadapkan dua perkara negatif; Dia tidak dapat shalat berjamaah, atau akan sering keluar tempat I’tikafnya untuk shalat berjamaah di masjid lain.

Yang dimaksud masjid sebagai tempat I’tikaf adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat dan semua area yang bersambung dengan masjid serta dibatasi pagar masjid, termasuk halaman, ruang menyimpan barang, atau kantor di dalam masjid.

Lebih baik lagi jika masjidnya memiliki fasilitas yang dibutuhkan peserta I’tikaf, seperti tempat MCK yang cukup, atau ruangan yang luas tempat tidur dan menyimpan barang bawaan.

Kapan mulai I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan kapan berakhir? Jumhur ulama berpendapat bahwa I’tikaf dimulai sejak sebelum terbenam matahari malam 21 Ramadan.

Berdasarkan kenyataan bahwa malam 21 adalah bagian dari sepuluh malam terakhir Ramadan, bahkan termasuk malam ganjil yang diharapkan turun Lailatul Qadar. Ada juga yang berpendapat bahwa awal I’tikaf dimulai sejak shalat Fajar tanggal 21 Ramadan. Berdasarkan hadits Aisyah ra bahwa Rasulullah J jika hendak I’tikaf, beliau shalat Fajar, setelah itu beliau masuk ke tempat I’tikafnya (HR. Muslim).

Adapun waktu berakhirnya, sebagian ulama berpendapat bahwa I’tikaf berakhir ketika dia akan keluar untuk melakukan shalat Id, namun tidak terlarang jika dia ingin keluar sebelum waktu itu. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu I’tikaf berakhir sejak matahari terbenam di hari terakhir Ramadan.

I’tikaf Bagi Wanita

Wanita dibolehkan melakukan I’tikaf berdasarkan keumuman ayat. Juga berdasarkan hadits yang telah disebutkan bahwa isteri-isteri Rasulullah SAW melakukan I’tikaf. Terdapat juga riwayat bahwa Rasulullah SAW mengizinkan Aisyah dan Hafshah untuk melakukan I’tikaf (HR. Bukhari)

Namun para ulama umumnya memberikan syarat bagi wanita yang hendak melakukan I’tikaf, yaitu mereka harus mendapatkan izin dari walinya atau suaminya bagi yang sudah menikah, tidak menimbulkan fitnah, ada tempat khusus bagi wanita di masjid dan tidak sedang dalam haidh dan nifas.

Keluar dari Masjid saat I’tikaf

Secara umum, orang yang sedang I’tikaf tidak boleh keluar dari masjid. Kecuali jika ada kebutuhan pribadi mendesak yang membuatnya harus keluar dari masjid. Aisyah radhillahu anha berkata,

“Adalah Rasulullah J menyorongkan kepalanya kepadaku sedangkan dia berada di dalam masjid, lalu aku menyisir kepalanya. Beliau tidak masuk rumah kecuali jika ada kebutuhan jika sedang i’tikaf.” (Muttafaq alaih)

Perkara-perkara yang dianggap kebutuhan mendesak sehingga seorang yang I’tikaf boleh keluar masjid adalah; buang hajat, bersuci, makan, minum, shalat Jumat dan perkara lainnya yang mendesak, jika semua itu tidak dapat dilakukan atau tidak tersedia sarananya dalam area masjid. Keluar dari masjid karena melakukan hal-hal tersebut tidak membatalkan I’tikaf. Dia dapat pulang ke rumahnya untuk melakukan hal-hal tersebut, lalu lekas kembali jika telah selesai dan kemudian meneruskan kembali I’tikafnya. Termasuk dalam hal ini adalah wanita yang mengalami haid atau nifas di tengah i’tikaf. Akan tetapi jika seseorang keluar dari area masjid

tanpa kebutuhan mendesak, seperti berjual beli, bekerja, berkunjung, dll. Maka I’tikafnya batal. Jika dia ingin kembali, maka niat I’tikaf lagi dari awal. Bahkan, orang yang sedang i’tikaf disunahkan tidak keluar masjid untuk menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah dan mencumbu isterinya, sebagaimana perkataan Aisyah dalam hal ini (HR. Abu Daud).

Pembatal I’tikaf

Berdasarkan ayat yang telah disebutkan, bahwa yang jelas-jelas dilarang saat I’tikaf adalah berjimak. Maka para ulama sepakat bahwa berjimak membatalkan I’tikaf. Adapun bercumbu, sebagian ulama mengatakan bahwa hal tersebut membatalkan jika diiringi syahwat dan keluar mani. Adapun jika tidak diiringi syahwat dan tidak mengeluarkan mani, tidak membatalkan.

Termasuk yang dianggap membatalkan adalah keluar dari masjid tanpa keperluan pribadi yang mendesak. Begitu pula dianggap membatalkan jika seseorang niat dengan azam kuat untuk keluar dari I’tikaf, walaupun dia masih berdiam di masjid. Seseorang dibolehkan membatalkan I’tikafnya dan tidak ada konsekwensi apa-apa baginya. Namun jika tidak ada alasan mendesak, hal tersebut dimakruhkan, karena ibadah yang sudah dimulai hendaknya diselesaikan kecuali ada alasan yang kuat untuk menghentikannya.

Yang dianjurkan, dibolehkan dan dilarang

Dianjurkan untuk fokus dan konsentrasi dalam ibadah, khususnya shalat fardhu, dan memperbanyak ibadah sunah, seperti tilawatul quran , berdoa, berzikir, muhasabah, talabul ilmi, membaca bacaan bermanfaat, dll. Namun tetap dibolehkan berbicara atau ngobrol seperlunya asal tidak menjadi bagian utama kegiatan i’tikaf, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dikunjungi Safhiah binti Huyay, isterinya, saat beliau I’tikaf dan berbicara dengannya beberapa saat.

Dilarang saat I’tikaf menyibukkan diri dalam urusan dunia, apalagi melakukan perbuatan yang haram seperti ghibah, namimah atau memandang pandangan yang haram baik secara langsung atau melalui perangkat hp dan semacamnya. Hindari perkara-perkara yang berlebihan walau dibolehkan, seperti makan, minum, tidur, ngobrol, dll.

Sumber : Panduan Ramadhan, Ustadz Abdullah Khaidir


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4