Berangkat Haji dari Jepang

hajj-ramadan

Berangkat Haji dari Jepang

Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Pemeluk agama Islam diwajibkan melaksanakan rukun Islam karena rukun Islam merupakan tiang agama. Namun, tidak seperti rukun Islam yang lainnya, Haji menjadi wajib untuk dilaksanakan paling tidak sekali selama masa hidupnya apabila seseorang dikatakan telah mampu melaksanakannya dari segi finansial maupun segi kesehatan.

Setiap Negara memiliki cara tersendiri dalam menangani warganya yang ingin menunaikan ibadah haji. Di Indonesia, Keberangkatan haji merupakan urusan nasional yang ditangani oleh Departemen Agama. Indonesia adalah Negara muslim terbesar di dunia dengan pemeluk agama Islam sekitar 200 juta orang. Kuota jamaah haji yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia berjumlah sekitar 200 ribu orang setiap tahunnya. Namun, Jumlah masyarakat Indonesia yang ingin berhaji jauh lebih besar dibandingkan kuota yang disediakan. Sehingga, saat ini, masyarakat Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji harus menunggu sekitar 5 sampai 10 tahun.

Berbeda dengan Indonesia, Islam di Jepang adalah agama minoritas. Sebagian besar orang Jepang menganut agama Shinto dari nenek moyang. Meskipun demikian, saat ini perkembangan Islam di Jepang sedang mengalami kemajuan yang kemungkinan disebarkan oleh orang muslim yang datang ke Jepang. Masyarakat Islam yang ada di Jepang, paling banyak berasal dari Indonesia, kemudian Pakistan, Mesir, Bangladesh dan Iran. Pusat Islam dan Asosiasi muslim Jepang di Tokyo menjadi pusat studi Islam dan bahasa arab bagi warga Jepang, yang banyak menarik perhatian warga muda Jepang. Dan kini pemerintah Jepang berusaha menarik wisatawan asing dengan mendukung program yang menyediakan fasilitas yang dibutuhkan umat Islam seperti tempat sholat dan menu makanan halal. Meskipun jumlah populasi muslim di Jepang sedikit, pemerintah Arab Saudi masih memberikan kuota jamaah haji. Namun, kuota tersebut jarang terpenuhi karena jumlah orang Jepang yang ingin berhaji juga sedikit. Hal ini disebabkan kultur masyarakat Jepang yang merupakan pekerja keras menyebabkan cuti 20 hingga 30 hari sangat sulit untuk diijinkan. Untuk memenuhi kuota tersebut, masyarakat asing muslim yang tinggal di Jepang diperbolehkan untuk mendaftar seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Iran dan sebagainya. Mereka terdiri dari pekerja, mahasiswa, istri atau suami dari orang Jepang, keturunan Jepang dan Indonesia ataupun pegawai-pegawai kedutaan dan lembaga Negara.

Bagaimana cara muslim di Jepang untuk mendaftar dan berangkat haji? Berbeda dengan Negara Indonesia, Jepang adalah Negara sekuler yang artinya masalah agama adalah urusan personal. Jadi penanganan haji di Jepang diserahkan pada individu atau pihak swasta. Ada beberapa cara untuk berhaji dari Jepang, antara lain :

  1. Berangkat haji dengan menangani segala sesuatunya sendiri mulai dari mengajukan visa ke kedutaaan Saudi, hingga mengurus akomodasi dan transportasi.
  2. Cara yang mudah adalah ikut serta dengan penyelenggara haji yang ada di Jepang. Di Jepang, hanya ada 2 agen perjalanan yang menyelenggarakan paket ibadah haji dan umrah:
  • Air 1 Travel (yang dimiliki oleh orang Mesir)
  • Mian Travel (yang dimiliki oleh orang Pakistan)

Kedua travel tersebut hanya menawarkan paket haji biasa. Tidak ada paket ONH plus seperti di Indonesia. Lamanya perjalanan haji yang ditawarkan adalah sekitar 20 hari atau bahkan bisa 14 hari saja. Meskipun waktu haji dari Jepang sama seperti Haji ONH plus dari Indonesia, bukan berartifasilitas yang diberikan akan sama. Hal ini untuk memberikan kemudahan bagi mereka yang bekerja di Jepang atau perusahaan Jepang untuk mendapatkan cuti dalam rangka berhaji. Adapun biaya yang ditawarkan untuk berhaji dari Jepang berkisar antara 600,000-700,000 yen atau sekitar 60-70 juta rupiah.

Secara umum, hal yang perlu dipersiapkan dalam berhaji dari Jepang menurut panduan yang diberikan oleh kedua Travel agen adalah sebagai berikut :

  1. Paspor yang masih berlaku paling sedikit dalam waktu 6 bulan (calon jamaah haji harus tinggal di Jepang, tidak berlaku visa turis atau visa kunjungan)
  2. Calon jamaah haji perempuan harus berangkat haji dengan muhrimnya (kecuali wanita yang berumur lebih dari 45 tahun)
  3. Permohonan visa asli
  4. Foto (4×5 cm, latar belakang putih, tidak berkacamata)
  5. Sertifikat sehat dari rumah sakit (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  6. Sertifikat asli vaksinasi meningitis (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  7. Sertifikat asli vaksinasi influenza
  8. Fotokopi sertifikat surat nikah untuk pasangan suami istri (dlm bhs inggris)
  9. Sertifikat sekolah/perusahaan (berlaku 3 bulan dari tanggal penerbitan)
  10. Residence card

Cerita dari jamaah haji 2014.

Jamaah muslimah M Travel pada tahun 2015 berjumlah 24 orang, separuhnya adalah WNI. Perjalanan haji dimulai dari Kansai Airport sampai di Qatar-Hamad International Airport (kurang lebih 11 jam), kemudian transit di hotel beberapa jam untuk berganti pakaian ihram. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju ke Jeddah selama 2 jam. Tiba di King Abdul Aziz Airport, jamaah dari sana harus menunggu proses administrasi dan transportasi selama 4 jam.

Setelah urusan di aiport selesai, rombongan menuju Mekkah. Jamaah sampai di Mekkah pada malam hari menjelang subuh. Sehingga jamaah pun langsung melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram lalu dilanjutkan dengan Umrah (Tawaf-Sai-Tahalul ). Sambil menunggu hari-hari puncak haji pada tanggal 9-12 Dzulhijjah. Pihak travel mengajak berziarah ke lokasi2 haji nantinya : Arafah, Mina, Jamaat, Gua Tsur dan Gua hira (tempat bersejarah) serta tempat pemakaman Ma’la (tempat makam Khadijah RA) dan beberapa masjid.

Proses haji dimulai sejak tanggal 8 Dzulhijjah/Tarwiyah, yaitu berdiam di tenda Mina yang dikelilingi gunung batu dan dilanjutkan dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selesai wukuf jamaah pergi Mabit (menginap) di Muzdalifah dan mencari batu untuk lempar jumrah. Pagi harinya menuju Jamarat Aqabah untuk melempar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah ini pun jamaah melaksanakan Udhiyah/qurban serta Tahalul sehingga bisa melepas pakaian ihram. Setelah melempar Jumrah pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, jamaah kembali ke Mekkah untuk melakukan Tawaf ifadhah, Sai dan Tawaf Wada sebelum berangkat ke Madinah pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Di Madinnah jamaah bisa beribadah di Masjid Nabawi serta berziarah ke makan Nabi Muhammad SAW dekat Raudhah serta makam para sahabat di Pemakaman Baqi. Juga berkunjung ke masjid bersejarah seperti Masjid Quba, Masjid Kiblatain dan Lokasi perang Uhud.

Cerita unik, pihak travel mentraktir makan Onta Minch yaitu masakan dari daging unta dengan bumbu khas arab.

- (By Ibu Dian Bulan Sari, Osaka/salah satu jamaah haji 2014).

artikel haji_photo

Kesan berhaji dari Jepang : tentu kita yakin bahwa ibadah haji adalah sebuah panggilan dari Allah SWT. Tetapi dengan berhaji dari Jepang atas ijin Allah SWT, proses pengurusannya mudah dan cepat, tahun ini daftar dan tahun ini pula berangkat haji. Dari mendaftar berangkat haji sekitar 2 sampai 4 minggu, visa Saudi Arab sudah bisa dikeluarkan dan seminggu sebelum keberangkatan, semua dokumen dan keperluan telah beres. Dari kedua travel agen memberikan jatah 70 calon jamaah haji masing-masing (tahun 2014). Yang menarik lagi dalam satu kloter haji adalah jamaah dari berbagai negara. Kemudian selama perbekalan dan perjalanan haji sebagian besar dilakukan secara mandiri. Kegiatan manasik haji diupayakan secara mandiri, tetapi KMII kansai dapat menfasilitasi manasik haji bagi calon jamaah area kansai (By jamaah haji 2014).

Dan sebagai seorang muslim yang baik tentunya akan berusaha dan bersemangat untuk menunaikan ibadah yang mulia ini setelah Allah memberikan pertolongan, kemudahan dan kemampuan baginya.

وَأَذِّنفِىٱلنَّاسِبِٱلْحَجِّيَأْتُوكَرِجَالًاوَعَلَىٰكُلِّضَامِرٍيَأْتِينَمِنكُلِّفَجٍّعَمِيقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,”

(QS: Al-Hajj Ayat: 27)

Mudah-mudahan dengan gambaran singkat berangkat haji dari Jepang ini dapat memberikan motivasi bagi muslim yang tinggal di Jepang dan yang memiliki kemampuan baik jasmani maupun rohani untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun 2015. Adapun mengenai pendaftaran ke agen perjalanan bisa melihat info brosur dari Air 1 Travel dan Mian Travel.

KMII kansai akan berupaya untuk menyelenggarakan manasik haji untuk umum dan calon jamaah haji tahun 2015 jika dibutuhkan.

Silahkan, jika ada pertanyaan yang terkait dengan berangkat haji dari Jepang, insyaallah bisa disampaikan ke agen perjalanan langsung atau melalui pengurus KMII Kansai.

CP :

  • Laura Navika Yamani (090 8529 6618/docomo)
  • Azka Azkiy Choliq (090 8230 7524/au)

Brosur informasi berhaji dari Jepang dapat di unduh dari tautan berikut ini : Brosur Haji KMII Kansai

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Parse error: syntax error, unexpected '&', expecting ']' in /home/kmmiiorg/public_html/wp-content/themes/atahualpa/footer.php on line 4